Jenis – Jenis Crowdfunding yang Kini Tersedia di Indonesia

Ada beberapa jenis crowdfunding OJK yang bisa Anda coba terapkan pada bisnis Anda. Mana yang paling sesuai, akan bergantung dari jenis produk layanan yang Anda tawarkan dan juga sasaran pasar yang Anda tuju.

Berikut ini 3 jenis crowdfunding yang umum digunakan.

1. Crowdfunding berbasis donasi

Crowdfunding berbasis donasi adalah sebuah kampanye yang lebih menitik beratkan pada bantuan kemanusiaan seperti bantuan bencana alam, beasiswa pendidikan, amal, nirlaba, atau juga tagihan medis.

Dengan demikian, para investor atau penyandang dana tidak akan mendapat pengembalian atau keuntungan dari dana yang sudah diberikannya.

2. Crowdfunding berbasis hadiah

Jenis crowdfunding berbasis hadiah akan melibatkan individu yang berinvestasi dengan imbalan hadiah (biasanya dalam bentuk layanan produk dan jasa dari perusahaan yang Anda kembangkan). Kendati demikian, sama seperti crowdfunding berbasis donasi, para investor tidak akan menikmati pengembalian secara finansial atau ekuitas.

3. Crowdfunding berbasis eukitas

Jika crowdfunding berbasis donasi dan juga imbalan tidak menjanjikan pengembalian berupa keuntungan finansial pada investor, crowdfunding berbasis ekuitas adalah kebalikannya.

Para investor dapat menjadi pemilik bagian dari perusahaan Anda yang juga berhak atas saham ekuitas, serta memperoleh bagian keuntungan finansial atas investasi mereka di platform equity crowdfunding atau urun dana.

Keunggulan dan Resiko dari Crowdfunding

Crowdfunding menghasilkan sejumlah manfaat yang bisa kita gapai dengan mudah, namun demikian, resiko juga kerap mengancam jika kita tidak waspada.

Keunggulan Crowdfunding

  • Profil proyek atau produk Anda yang dikemas secara menarik dapat menjadi nilai plus tersendiri untuk perusahaan.
  • Keterlibatan khalayak ramai dalam crowdfunding menciptakan suatu forum di mana premrakarsa proyek dapat berinteraksi secara langsung dengan audiens.
  • Umpan balik yang menawarkan akses pra-rilis ke konten atau peluang untuk menguji suatu konten beta kepada para pendukung proyek sebagai bagian insentif pendanaan.
  • Mendatangkan keuntungan finansial bagi pencipta atau pemrakarsa.

Resiko Crowdfunding

Crowdfunding juga membawa sejumlah resiko serta hambatan, ketidakpastian, dan asimetri informasi yang tinggi baik untuk pencipta maupun para investor. Berikut ini sejumlah resiko yang patut Anda waspadai.

  • Reputasi pencipta yang terancam

Kegagalan dalam sebuah proyek yang didanai secara masal atau pun melalui investor individu tentu akan merusak citra serta reputasi dari pencipta atau pemilik bisnis.

  • Pencurian Ide Rentan Terjadi

Para penggagas crowdfunding kerap kali dihadapkan pada dilema. Di satu sisi mereka diwajibkan untuk merilis produk mereka ke publik pada saat awal pendanaan, namun di sisi lain, mereka khawatir ide yang belum dipatenkan tersebut dicuri oleh oknum lain yang tidak bertanggung jawab.

  • Investor kelelahan

Jika jaringan atau investor yang sama dihubungi secara terus menerus, dikhawatirkan investor tersebut akan bosan dan berhenti menjadi penyandang dana proyek Anda.

  • Resiko penyalahgunaan dana tinggi

Tanpa adanya peraturan yang mengikat, dikhawatirkan dana yang terkumpul tidak digunakan sebagaimana mestinya, namun justeru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Crowdfunding Indonesia memang memiliki banyak manfaat dan merupakan sarana meningkatkan modal secara kolektif dengan hasil yang relatif cepat, namun dibalik semua itu, tentu ada beberapa resiko yang patut kita pertimbangkan saat akan menginisiasi sebuah crowdfunding.